{
    "id": 405,
    "date": "2024-07-02",
    "title": "Asosiasi Logistik desak pembentukan Badan Logistik Nasional",
    "content": "Jakarta (ANTARA) - Asosiasi\u00a0Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendesak kepada pemerintah dan pihak terkait untuk membentuk\u00a0Badan Logistik Nasional (BLN) guna mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintahan baru sebesar delapan persen. \"Kalau ada tata kelola logistik dan ada badannya, nggak mustahil itu karena faktanya, kita selalu di atas lima persen pertumbuhannya,\" kata Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan\u00a0usai menghadiri Indonesia Port Editors' Club (IPEC) di Jakarta, Selasa. Akbar mengaku bahwa pihaknya telah bersurat kepada presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai urgensi pembentukan BLN. \"Kalau tahun lalu kan masih ada tahun politik. Sekarang, sudah ada pemenangnya. Jadi, kita sudah kasih masukan tertulis ke presiden terpilih atau istana baru, termasuk melalui induk organisasi kita, yaitu Kadin,\" ujarnya. Dia mengklaim, kontribusi logistik selama empat tahun terakhir mencakup transportasi dan pergudangan, menempatkan sebagai kontributor terbesar kedua setelah industri mineral besi tahan karat.\u00a0 Baca juga: ALFI suarakan urgensi Badan Logistik Nasional bagi pemerintahan baru Menurutnya, kontribusi yang signifikan itu sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang diharapkan oleh pemerintahan baru. \"Jadi konstribusi besar sekali. Nah kalau misalnya itu tidak dimaksimalkan, rasanya target presiden baru (pertumbuhan ekonomi) delapan persen\u00a0itu, akan jauh dari cita-cita itu,\"\u00a0ujar Akbar. Selain itu, menurut Akbar, BLN akan mampu meningkatkan daya saing logistik bukan hanya secara nasional tetapi di level global. \"Harapannya undang-undang, tak apa, berproses. Toh ini untuk kepentingan nasional supaya punya daya saing global ataupun regional,\" kata Akbar. Secara garis besar, Akbar berharap keberadaan BLN bisa terjadi percepatan iklim investasi baik dalam dan luar negeri, serta bisa memaksimalkan pendapatan dari sektor logistik. Baca juga: ALFI minta Wapres memfasilitasi pembentukan Badan Logistik Nasional Selain itu, bisa menjadi percepatan sektor industri manufaktur dan mencegah deindustrialisasi. \"Kita tak mengharapkan anggaran. No, kami pengusaha logistik ini sangat independen, kami ingin ada satu lembaga yang independen, dengan tugas yang jelas, KPI (key performance index) yang jelas,\" ujarnya. Oleh karena itu, Akbar berharap pemerintahan baru dapat membentuknya dengan\u00a0laporan pertanggungjawaban bisa langsung ke presiden. \"Makanya diharapkan dimulai\u00a0dengan perpres, tapi kalau boleh, dengan undang-undang. Tapi yang paling penting lapornya sama presiden. Itu yang paling penting,\" kata Akbar. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat pada triwulan I-2024, yakni mencapai 5,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Baca juga: NFA luncurkan Mobil Logistik Pangan salurkan pangan berlebih \u201cDi tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus dapat menunjukkan ketangguhan, terlihat dari capaian pertumbuhan pada triwulan I ini,\u201d kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/5).Pewarta: Muhammad HariantoEditor: Edy Sujatmiko Copyright \u00a9 ANTARA 2024",
    "hashtags": "Badan Logistik Nasional, BLN, pertumbuhan ekonomi, pemerintahan baru",
    "url": "https://m.antaranews.com/berita/4178913/asosiasi-logistik-desak-pembentukan-badan-logistik-nasional?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category"
}