| Content |
KOMPAS.com - Kendaraan listrik mulai diminati masyarakat di kota-kota besar. Pasalnya, kendaraan jenis ini tergolong lebih ramah lingkungan dan hemat daya. Meski demikian, adopsi kendaraan listrik masih belum optimal. Hingga Maret 2023, adopsi kendaraan listrik hanya 53.091 unit. Jumah ini masih jauh dari target yang ditentukan pemerintah, yakni 12,167 juta unit pada 2025. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah minim infrastruktur pengisian daya yang memadai dan nyaman. Saat ini, akses terhadap stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih terbatas. Jumlahnya pun tidak sebanyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Oleh karena itu, para pemangku kepentingan perlu melakukan analisis yang tepat dalam menentukan lokasi SPKLU. Tujuannya agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi investor dan pengguna. Baca juga: Binus Dorong Gen Z Berkarier Lebih Cepat, Perkuliahan Hanya 2,5 Tahun Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS Graduate Program (BGP) dan PT PLN Icon Plus bekerja sama mengembangkan framework untuk memprediksi lokasi ideal untuk SPKLU. Proyek yang dilaksanakan mulai pertengahan 2023 itu terselenggara berkat pendanaan Hibah Dana Padanan-Kedaireka dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dosen Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI) BGP Astari Retnowardhani yang juga salah satu anggota tim riset menjelaskan, proyek tersebut berawal dari diskusi tim Program Studi (Prodi) MMSI yang dipimpin Tuga Mauritsius. Meski kebutuhan kendaraan listrik semakin meningkat, infrastruktur pengisiannya belum memadai. “PLN Icon Plus memiliki program untuk menentukan lokasi potensial pemasangan charging station. Mereka mencari mitra dari perguruan tinggi untuk membantu pengembangan SPKLU,” ungkap Astari melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (1/7/2024). Kepala Program Studi MMSI BGP Tanty Oktavia menambahkan bahwa proyek tersebut penting bagi prodi. Baca juga: Penuhi Kebutuhan Industri, Cek 4 Jurusan Baru di BINUS Online Pasalnya, dosen memiliki kewajiban melakukan penelitian yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diimplementasikan dan bersinergi dengan industri. “Penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Tanty. BGP dan PT PLN Icon Plus melakukan riset untuk menghasilkan framework yang menjadi kunci dalam menentukan lokasi penempatan SPKLU. Framework ini dirancang dengan pendekatan matematis atau mathematical modeling untuk memprediksi klasifikasi utilisasi SPKLU berdasarkan data yang meliputi data spasial, transaksi, populasi, dan lokasi pemilik kendaraan listrik. “Jangan sampai perusahaan memasang SPKLU di tempat yang sepi pengguna electric vehicle (EV). Dari model yang dihasilkan, kami bisa menentukan lokasi potensial,” kata Astari. Tim juga menggunakan machine learning untuk memprediksi kebutuhan dan utilisasi dalam waktu dekat. “Dengan memanfaatkan machine learning, kami dapat mengolah data lebih efektif dan menghasilkan prediksi yang akurat mengenai lokasi SPKLU paling potensial,” tuturnya, |